Bupati Kulon Progo dr. H. HASTO WARDOYO, Sp.OG (K) akan menerima penghargaan/tanda kehormatan Satyalancana pembangunan bidang Koperasi dan UKM dari Presiden Republik Indonesia pada acara Puncak Peringatan hari Koperasi ke-67 hari Selasa, 15 juli 2014 di Lapangan Benteng, Medan, Sumatra Utara. Penghargaan ini merupakan wujud nyata pembinaan dan pemberdayaan beliau terhadap Koperasi dan UMKM di Kabupaten Kulon Progo. Sebelum meraih Penghargaan/Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan ini Kabupaten Kulon Progo dan Bupati juga telah mendapatkan penghargaan yaitu Kabupaten Penggerak Koperasi pada tahun 2012 dan Bhakti Koperasi pada tahun 2013 sehingga prasyarat untuk mendapatkan Penghargaan Satyalancana dapat dipenuhi.
Beberapa Implementasi keberhasilan pembangunan yang telah dilaksanakan dan mengantarkan Bapak Bupati mendapatkan Penghargaan ini antara lain adalah turunnya angka kemiskinan dari Tahun 2011 sebesar 23,62% menjadi 23,32% pada tahun 2012 (data BPS 2013), salah satu yang menopang keberhasilan ini adalah optimalnya pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi dan UMKM. Beberapa hal yang telah dilaksanakan dalam bidang ini antara lain Pemrakarsa berdirinya Koperasi Sekunder KSU Binangun yang melaksanakan kerjasama dengan Posdaya sebagai pusat kulakan Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB), Pemrakarsa berdirinya KAKB sebagai embrio Koperasi yang ada disetiap desa dalam rangka mengentaskan kemiskinan dengan Program One Village One System Company (OVOSC), Pemrakarsa berdirinya Koperasi Batik Kulon Progo dengan tujuan untuk dapat memenuhi bahan/pakaian batik Gebleg renteng bagi siswa, PNS dan masyarakat Kulon Progo, Membangun produk unggulan daerah Gula Semut melalui One Village One Product (OVOP) KSU Jatirogo, Pengelolaan Pasar dan UKM Mart oleh Koperasi, Pengembangan Produk Unggulan Tas Serat Alam, Minyak Atsiri, Kopi/Teh Suroloyo melalui Koperasi dengan Pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Pengembangan KUD serta Koperasi Sekunder.
Selain itu beberapa kegiatan inovasi untuk membantu pada pemberdayaan masyarakat miskin meliputi bedah rumah swadaya berbantuan, Gerakan Zakat Infaq Shodaqoh dari PNS Islam, dana persembahan dari PNS Kristiani, peningkatan kondisi fisik jalan untuk menunjang perekonomian desa dilaksanakan melalui kegiatan padat karya dan perlindungan terhadap biaya berobat untuk mencegah pengeluaran keluarga dibidang kesehatan.
Disamping upaya tersebut, juga telah dilakukan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui optimalisasi pemanfaatan potensi lokal dengan gerakan "Bela dan Beli Kulon Progo". Program ini untuk meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat. Kegiatan inovasi daerah dalam pemanfaatan potensi lokal untuk mengembangkan peluang pasar terhadap potensi lokal, penggantian Beras Miskin (Raskin) di Kabupaten Kulon Progo diganti dengan Beras Lokal Kulon Progo dan produksi air minum dalam kemasan "Air Ku" yang telah lolos sertifikasi SNI Nomor 01-3553-2006 dan standar mutu ISO 9001:2008